"Zona
Satu Waktu Lebih Menguntungkan Indonesia"
JAKARTA -
Untuk mempermudah transaksi di pasar saham, idealnya dalam satu wilayah negara
hanya menerapkansatu zona waktu. Karenanya, pemerintah berencana menyatukan
zona waktu yang ada di Indonesia.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Atma Jaya A
Prasetyantoko menilai penerapan tiga waktu berbeda di satu wilayah negara,
seperti yang diterapkan di Indonesia, pada dasarnya tidak perlu.
"Kalau disatukan lebih positif," ujar Prasetyantoko usai pelantikan
15 pejabat di lingkungan BI, di Gedung BI, Jakarta, Senin (13/3/2012).
Penerapan zona waktu yang sama dengan negara lain, juga diyakini akan berdampak
cukup signifikan. Menurutnya, akan lebih produktif jika Indonesia menerapkan
zona waktu yang sama dengan negara dalam satu kawasan. "Terutama yang
punya hubungan ekonomi cukup intens dengan kita," jelasnya. Prasetyantoko mencontohkan, perdagangan di lantai bursa, di mana pembukaan
perdagangan saham di Indonesia lebih terlambat satu jam dibanding Malaysia atau
Singapura. Hal ini berpengaruh terutama jika terjadi syok di pasar saham
kawasan.
Menurut dia, jika memang krisis terjadi, pasar saham dalam negeri hanya bisa
mengikuti, menerima respons, dan solusi dari pasar saham yang sudah melakukan
transaksi terlebih dahulu. "Perbedaan waktu dalam perdagangan bursa itu
tidak produktif," tegasnya. Diberitakan sebelumnya, penerapan zona satu waktu diyakini akan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 20 persen. Pembagian waktu (WIB, WIT,
WITA) di Indonesia, disinyalir salah satu faktor penghambat peningkatan
produktivitas berbagai sektor terutama ekonomi dan bisnis. Kepala Divisi Humas dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan
Ekonomi Indonesia (KP3EI) Edib Muslim menjelaskan, peningkatan tersebut karena
pertambahan angkatan kerja dari 190 juta orang menjadi 240 orang yang akan
melakukan pekerjaannya secara bersama-sama.
Dalam berbagai transaksi bisnis, Indonesia sering kalah bersaing. Misalnya
jadwal terbang Garuda yang selalu satu jam lebih lambat dari maskapai lain. Hal
serupa juga dirasakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurutnya kalah satu jam
dengan bursa efek di Hong Kong dan Shanghai.








0 komentar:
Posting Komentar